
Merauke, Papua Selatan – Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim Ekspedisi Patriot 2026 terus bergerak mewujudkan komitmen pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di wilayah ujung timur Indonesia. Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, UGM akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Program Perempuan Berdaya.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Pemetaan Potensi dan Permasalahan Kawasan Transmigrasi Tahun 2026 ini akan diselenggarakan pada hari Kamis, 10 September 2026. Bertempat di Ruang Rapat Dekanat Universitas Musamus, acara ini akan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.35 WIT. Agenda utama dari pertemuan ini difokuskan pada diskusi hasil riset dan temuan di lapangan terkait isu GEDSI, diskusi terkait aspirasi perempuan asli Papua, serta pemetaan peluang kolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan terkait perempuan di Kawasan Transmigrasi Muting.
Untuk mengoptimalkan langkah penyelesaian masalah lintas sektor, FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua Selatan, Kabid DP3A Provinsi Papua Selatan, Kepala DP3A Kabupaten Merauke, Aktivis Perempuan Asli Papua Selatan.
Hasil dari diskusi ini menghasilkan rekomendasi program dan kebijakan untuk Tim GEDSI dan sinergitas pemerintah untuk terus mendukung kegiatan pemberdayaan perempuan asli Papua. Diskusi ini menyoroti permasalahan seputar kurangnya pendampingan dan modal dalam aktivitas ekonomi, serta permasalahan struktural. Di sisi lain, terdapat berbagai potensi yang besar, seperti skill produksi olah bahan mentah menjadi bahan jadi, noken, dan mulai munculnya kesadaran akan kesetaraan gender di Papua menjadi hal penting untuk terus disuarakan.
“Ketika berbicara perempuan, kita juga harus memperhatikan laki-laki juga, edukasi terhadap laki-laki juga penting dalam konteks pemberdayaan perempuan” Ujar Godefridus, Peneliti Gender dan Perempuan Papua Selatan [10/9].
Melalui forum diskusi lintas sektor ini, diharapkan program Perempuan Berdaya yang dibawa oleh tim pengabdian UGM di Kawasan Transmigrasi Muting pada Bulan Agustus hingga November 2026 dapat menjadi wadah yang tepat. Semoga ke depannya terdapat kolaborasi lanjutan dalam hal-hal baik, lebih banyak lagi pihak yang terlibat, dan lebih banyak lagi manfaat berkelanjutan yang tersebar baik untuk perempuan asli papua dan perempuan transmigrasi.