Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan - UGM

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Eror
  • There is no category chosen or category doesn't contain any items
E-mail Cetak PDF

Kegiatan Pengabdian PS Pedesaan dan Kawasan UGM di Desa Jomboran, Klaten

 

1.      Judul Kegiatan :

Penguatan Peran Warga Masyarakat Dalam Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Hasil Pembangunan Desa di Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten

 

2.      Latar Belakang Kegiatan

Undang-Undang No 6 Tahun 2014 mengamanatkan bahwa perencanaan pembangunan desa harus dilaksanakan secara partisipatif, melibatkan seluruh masyarakat termasuk kelompok rentan (minoritas, difabel, perempuan, miskin). Hal itu bertujuan agar pembangunan yang dilaksanakan oleh desa benar-benar bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat di desa tersebut, termasuk warga masyarakat yang tergolong sebagai kelompok rentan.

 

3.      Tujuan Kegiatan

a.       Meningkatkan kesadaran dari warga masyarakat termasuk kelompok rentan dalam proses perencanaan, penganggaran dan evaluasi hasil pembangunan desa sehingga perencanaan, penggaran dan evaluasi hasil pembangunan desa benar-benar mencerminkan prinsip partisipatif, yaitu melibatkan seluruh warga masyarakat.

b.      Meningkatkan kesadaran organisasi sosial kemasyarakatan (PKK, Karang Taruna, Kelompok Tani, P3A, dasawisma, dll) organisasi sosial keagamaan ( majelis taklim, TPA, kelompok pengajian, dll) dan institusi/pranata sosial (rembug warga, pertemuan RT/RW, gotong royong,, dll) yang ada di desa Jomboran menjadi ajang pengorganisasikan perencanaan, penganggaran dan evaluasi hasil pembangunan desa.

c.       Meningkatkan kesadaran pemerintahan desa (pemerintah desa dan BPD) untuk lebih terbuka dan berani secara aktif menjaring aspirasi dari seluruh warga masyarakat termasuk aspirasi dari kelompok rentan (minoritas, difabel, perempuan dan miskin) sehingga perencanaan, penganggaran dan evaluasi hasil pembangunan desa benar-benar bersifat partisipatif.

 

4.      Luaran Kegiatan

a.       Meningkatnya kesadaran dari warga masyarakat termasuk kelompok rentan untuk ikut terlibat secara aktif dalam proses perencanaan penganggaran dan evaluasi hasil pembangunan desa (indicator : terbangunnya komitmen dari warga masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan)

b.      Meningkatnya kesadaran organisasi sosial kemasyarakat, organisasi sosial keagamaan, dan instisusi/pranata sosial yang bisa menjadi ajang pengorganisasian perencanaan, penganggaran dan evaluasi hasil pembangunan desa (indicator : terbangunnya komitmen organisasi warga untuk mulai mempraktekkan dan mendiskusikan tatacara perencanaan, penganggaran dan evaluasi hasil pembangunan desa dengan prosedur yang baik)

c.       Meningkatnya kesadaran pemerintahan desa (pemerintah desa dan BPD) yang lebih terbuka dan berani secara aktif menjaring aspirasi dari seluruh warga masyarakat termasuk aspirasi dari kelompok rentan dalam rangka mewujudkan perencanaan, penganggaran dan evaluasi hasil pembangunan desa yang benar-benar partisipatif (indicator : terbangunnya komitmen aparat pemerintahan desa untuk terbuka, responsif, dan akuntabel dalam perencanaan, penganggaran, dan evaluasi hasil pembangunan desa)

d.      Perencanaan pembangunan desa yang partisipatif (indicator : tersusunnya contoh rencana pembangunan desa yang lebih partisipatif (APBDes bayangan).

 

5.      Metode Kegiatan

a.       Sosialisasi kegiatan

Peserta :

-             perwakilan warga masyarakat

-             perwakilan aparat pemerintah desa dan BPD

Rencana pelaksanaan :

-              April (akhir)

b.      Pelatihan perencanaan pembangunan bagi warga masyarakat

Peserta :

-             Perwakilan warga masyarakat, termasuk kelompok rentan

Rencana pelaksanaan :

-             Mei (pertengahan)

c.       Pelatihan bagi pengurus organisiasi social/organisasi keagamaan, dll

Peserta :

-             perwakilan pengurus organisasi social kemasyarakatan (PKK, Karang Taruna, Dasa Wisma, dll)

-             perwakilan pengurus organisasi social keagamaan (kelompok pengajian, majelis taklim, TPA, kelompok gereja, dll)

-             perwakilan pengurus organisasi social ekonomi (kelompok tani, P3A, dll)

Rencana pelaksanaan :

-             Juli (pertengahan)

d.      Pelatihan bagi aparat pemerintah desa dan anggota BPD

Peserta :

-             Kepala desa dan aparat pemerintah desa

-             Anggota BPD

-             Anggota tim 11

Rencana pelaksanaan :

-             Agustus (pertengahan)

e.       Simulasi penyusunan perencanaan pembangunan yang lebih bersifat partisipatif.

Peserta :

-             perwakilan warga masyarakat termasuk kelompok rentan

-             perwakilan aparat desa, BPD dan tim 11

-             perwakilan pengurus organisasi social kemasyarakatan, organisasi social keagamaan, dan organisasi social ekonomi

Rencana pelaksanaan :

-             September (pertengahan)

LAST_UPDATED2  

Translator

Pengunjung Online

Ada 61 Pengunjung online
Pengunjung

Visi

PSPK sebagai bagian dari Universitas Gadjah Mada  berdedikasi kepada perjuangan dan kepentingan rakyat:

(1) menjadi pusat studi terpercaya dan handal bertaraf internasional dalam pengembangan pedesaan dan kawasan

(2) berorientasi pada nilai kemanusiaan, lingkungan hidup, keadilan, moral dan tanggung jawab sosial demi kepentingan bangsa berdasarkan Pancasila.

 
Misi

Misi dari PSPK UGM adalah:

(1) meningkatkan penyelenggaraan kajian yang berorientasi kepada pengembangan pedesaan dan kawasan.

(2) melakukan fasilitasi, pendampingan, mediasi dan advokasi/pemberdayaan kepada masyarakat.

(3) meningkatkan kontribusi kepada dosen, asisten dan mahasiswa dalam peningkatan kualitas kajian.

(4) meningkatkan kerjasama pada tingkat daerah, nasional, dan internasional serta dengan lembaga kajian lainnya.


Terbitan Terbaru

Seminar

Kerjasama

Penawaran Kerjasama Perencanaan dan Evaluasi Program CSR bagi Perusahaan, info lengkap baca fiture "kerjasama"

Pendampingan (CD)

(1) Pendampingan Bagi Para Pengrajin Rambak Korban Bencana Gempa Bumi di Klaten. (selengkapnya  klik disini)

(2) Pembentukan Lembaga Keuangan Mikro bagi Masyarakat Korban Gempa di Klaten (Selengkapnya)